Gali Potensi Desa, KKN Campursalam Kunjungi Industri Kecil Menengah Milik Masyarakat


Dalam rangka mengenal lebih jauh Industri Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik masyarakat desa, TIM II KKN Campursalam melakukan kunjungan sekaligus survei lapangan pada Jumat (13/07) yang dimulai pada 09.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan di 4 RW yang ada di Desa Campursalam yang bertujuan untuk mengenal potensi desa melalui perkembangan industri yang dikelola masyarakatnya.
Potensi desa merupakan daya, kekuatan, kesanggupan dan kemampuan yang dimiliki oleh suatu desa yang mempunyai kemungkinan untuk dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara umum tujuan pengembangan potensi desa adalah untuk mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat Desa/Kelurahan melalui Pengembangan Potensi Unggulan dan Penguatan Kelembagaan serta Pemberdayaan Masyarakat. UMKM merupakan salah satu potensi desa yang merupakan pilar perekonomian yang ada di desa. Sehingga penting untuk mengetahui sampai mana perkembangan industri kecil ini bisa dikelola masyarakat.
Perjalanan survei ini begitu menyenangkan ketika bisa melihat secara langsung proses pembuatan berbagai makanan khas desa campursalam yang merupakan sektor industri pengolahan. Beberapa diantaranya adalah industri pembuatan ceriping ento, rengginang, tahu, tempe, dan lain sebaginya. Tidak hanya itu berbagai industri non pengolahan ternyata juga tumbuh dengan baik seperti diantaranya, bengkel las, pengolahan plastik, budidaya bibit pertanian, dan ikan hias.
Meskipun bukan industri berskala besar, beberapa industri kecil di atas sudah memiliki penikmat tersendiri baik di Temanggung maupun di luar Temanggung. Seperti yang dungkapkan oleh Mardiningrum, pengusaha karak gendar ini mengungkapkan selama ini banyak pesanan yang datang dari berbagai daerah, termasuk Ibukota Jakarta yang menghubunginya via seluler untuk pemesanan. “Kalau untuk pelanggan sendiri, banyak pesanan mas, mbak dari luar temanggung juga ada, yang paling sering dari Jakarta. Pesannya dari nomor HP yang ada di kemasan.” Terang Mardiningrum kepada mahasiswa.

0 comentários:

Posting Komentar