Kenali Dampak Media Sosial dan Hoax pada Remaja


Di Era milenial seperti ini, Media Sosial merupakan salah satu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan. Selain itu media sosial saat ini juga telah di jadikan sebagai tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi. Namun, sayangnya banyak penyalahgunaan media sosial dalam menyebarkan informasi yang akan berdampak pada banyaknya para pengguna yang masuk ke ranah hukum akibat dari penyebaran informasi pada sosial media yang tidak menggunakan etika. Dalam upaya mengurangi permasalahan tersebut maka, tim KKN Desa Campursalam melaksanakan program monodisiplin, yaitu edukasi tentang media sosial dan Hoax pada remaja.

Edukasi ini disampaikan oleh Bariqi Najman, dari jurusan Ilmu Komunikasi. Bertepatan dengan pertemuan BKR atau Bina Keluarga Remaja desa Campursalam pada hari Rabu (17/7). Panas yang terik tidak membuat semangat para ibu ibu anggota BKR dalam mengikuti edukasi kali ini menjadi surut. Materi pertama yang dibawakan yaitu tentang media sosial dan dampaknya untuk para remaja. Semakin berkembangnya teknologi informasi masa kini membuat setiap orang harus mengikuti perkembangan tersebut. Salah satu bentuk perkembangannya yaitu maraknya penggunaan sosial media. Para remaja kini sangat aktif dalam menggunakan sosial media, namun masih banyak yang belum mengetahui aturan serta dampak dampaknya. Penggunaan sosial media ini diatur di dalam UU ITE. Pengenalan tentang UU ITE sangat diperlukan bagi setiap orang agar ke depannya dapat lebih bijak dalam penggunaan sosial media.

Di desa Campursalam ini cenderung baru dalam menggunakan aplikasi sosial media, sehingga beberapa orang, dalam hal ini remaja dan orang tua belum begitu paham dampak dampaknya. Untuk itulah diperlukannya edukasi tentang media sosial dan hoax agar para orang tua bisa mengarahkan para remajanya. Terlebih sekarang ini sangat banyak hoax yang ada di media sosial. Akan sulit untuk membedakan mana yang fakta mana yang bukan apabila tidak mengetahui dasar dasarnya.
Setelah pemaparan materi tentang media sosial dan hoax, Bariqi Najman dari tim KKN Desa Campursalam kemudian memberikan materi tambahan, yaitu mengenai jenis dan proses rating dalam tayangan televisi di indonesia, terutama dalam tayangan sinetron. Disini ibu ibu anggota BKR terlihat lebih antusias dalam menyimak pemaparan daripada sebelumnya. Disela sela materi ada beberapa ibu yang bertanya. Suasanapun sangat menyenangkan sambil sesekali bercanda. Acara kali ini diakhiri dengan foto bersama tim KKN desa Campursalam dengan Ibu ibu BKR. Diharapkan edukasi ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai sosial media, hoax, maupun tayangan televisi.

0 comentários:

Posting Komentar